Kali ini saya akan membagikan suatu materi mengnenai konflik berdasarkan jenisnya,mari kita simak
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas
limpahan rahmat dan karunia–Nya lah sehingga kami
dapat menyelesaikan Makalah
PPKN ini dengan tepat waktu.
Kami mencoba berusaha menyusun makalah ini
sedemikian rupa dengan harapan dapat
membantu pembaca dalam memahami pelajaran
PKn yang merupakan judul dari Makalah kami, yaitu konflik antar golongan. Disamping itu, kami berharap
bahwa Makalah PKn
ini dapat dijadikan bekal pengetahuan untuk
melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi lagi.
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan Makalah PKn ini
masih ada kekurangan sehingga kami berharap
saran dan kritik dari pembaca sekalian
khususnya dari guru mata pelajaran PKn
agar dapat meningkatkan mutu dalam
penyajian berikutnya.
Akhir
kata kami ucapkan terima kasih.
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
BAB
I Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
BAB
II Pembahasan
1. Pengertian konflik anatar
golongan
2. Faktor faktor penyebab konflik
3. Akibat adanya konflik
4. Upaya penyelesaian atau pengendalian
konflik
BAB III Penutup
Kesimpulan
Kritik
dan Saran
Daftar Pusaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Konflik merupakan kondisi yang
terjadi ketika dua pihak atau lebih menganggap ada perbedaan posisi yang tidak
selaras, tidak cukup sumber dan tindakan salahsatu pihak menghalangi, atau
mencampuri atau dalam beberapa hal membuat tujuan pihak lain kurang berhasil.
Tidak satu masyarakat pun yang tidak
pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat
lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu
sendiri.
Konflik dilatarbelakangi oleh
perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi.
Perbedaan-perbedaan tersebut
diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat
istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri
individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam
setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami
konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya
akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan
integrasi. Konflik dan integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat.
Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang
tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
Rumusan Masalah ;1. Pengertian
konflik anatar golongan
2. Faktor faktor
penyebab konflik
3. Akibat
adanya konflik
4. Upaya
penyelesaian atau pengendalian konflik
BAB 2
PEMBAHASAN
1.Pengertian Konflik Antar Golongan
Konflik yang terjadi antar
kelas social biasanya berupa konflik yang bersifat vertical; yaitu konflik
antara kelas atas dan kelas social bawah. Konflik ini terjadi karena
kepentingan yang berbeda antara dua golongan atau kelas social yang ada.
Golongan buruh yang menuntut perbaikan upah kepada pemerintah maupun perusahaan
adalah wujud dari salah satu konflik antar golongan. Pemutusan hubungan kerja (
phk ) adalah wujud dari konflik social antar kelas social yang ada. Pemerintah
biasanya menjadi mediator agar kedua kepentingan kelas yang berkonflik dapat
mencapai kesepakatan dan perusahaan tetap dapat menjalankan aktivitas
produksinya.
Jika kesepakatan tidak tercapai maka perusahaan akan yerganggu proses
produksinya dan buruh akan kehilangan pekerjaanya, jika terjadi demikian maka
pemerintah akan terkena dampak dari konflik antar golongan yang ada.
2.Faktor Penyebab Konflik
1. Perbedaan antar individu
Sebagai mahluk individu, manusia
memiliki karakter yang khas menurut corak kepribadiannya. Setiap individu
berkembang sejalan dengan ciri-ciri khasnya, walaupun berada dalam lingkungan
yang sama. Pada saat interaksi berlangsung individu akan mengalami proses
adaptasi dan pertentangan dengan individu lainnya. Apabila terdapat ketidaksesuaian
maka akan terjadi konflik.
Contoh, Arie anak yang baru berusia
5 tahun meminta ayahnya untuk membelikannya handphone. Ayahnya belum mau
membelikan Arie handphone karena Arie masih kecil dan belum begitu membutuhkan
alat tersebut. Akhimya Arie marah dan melakukan mogok belajar.
2. Perbedaan kebudayaan
Faktor penyebab konflik berikutnya yakni adanya perbedaan kebudayaan. Kebudayaan
seringkali dianggap sebagai sebuah ideologi, sehingga memicu terjadinya
konflik. Anggapan yang berlebihan terhadap kebudayaan yang dimiliki oleh sebuah
kelompok menempatkan kebudayaan sebuah sebuah tingkatan sosial. Sehingga
kebudayaan miliki sendiri dianggap lebih tinggi daripada kebudayaan lain. Dalam
catatan sejarah umat manusia konsep suku dan kebudayaannya telah memainkan
peranan yang sangat penting dan sekaligus dramatis dalam percaturan masyarakat.
3.. Perbedaan kepentingan
Manusia memang membutuhkan proses
pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan batiniah dan lahiriah
untuk membentuk dirinya, karena itulah terjadi hubungan timbal balik sehingga
manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
manusia akan berbeda-beda kebutuhannya, perbedaaan kebutuhan ini akan berubah
menjadi kepentingan yang berbeda-beda.
4. Perubahan sosiai - Faktor
Penyebab Konflik
Kecenderungan terjadinya perubahan
sosial merupakan gejala wajar sebagai akibat dari interelasi sosial dalam
pergaulan hidup antar manusia. Perubahan sosial dapat pula terjadi karena
adanya perubahan-perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan
masyarakat. Pada masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan sosial akan
timbul konflik sebagai proses pertentangan nilai dan norma yang tidak sesuai
dengan nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat.
5. Persaingan penggunaan Sumber Daya
Apabila sumber daya berupa uang,
material atau sarana lain terbatas, maka akan terjadi persaingan dalam
menggunakannya.
6. Perbedaan Tujuan dari Unit-unit
Setiap unit dalam organisasi mempunyai
tugas dan tanggung jawab dibidangnya. Perbedaan sering mengacu terjadi konflik.
7. Perbedaan Nilai dan Persepsi
suatu kelompok tertentu merasa
diperlakukan tidak adil sehingga ia berpersepsi negatif. Para manajer muda
beranggapan bahwa merekan diberikan yang cukup berat, rutin dan rumit,
sementara manajer tua diberikan tugas yang ringan-ringan saja.
8 . Hambatan Komunikasi
Komunikasi yang kurang baik akan
menimbulakn konflik antar anggota. Untuk itu diperlukan komunikasi yang dapat
dimengerti semua anggota.
3.Akibat dari adanya konflik
a. Akibat negatif dari adanya konflik.
- Retaknya persatuan kelompok. Hal ini terjadi apabila
terjadi pertentangan antaranggota dalam satu kelompok.
- Perubahan kepribadian individu. Pertentangan di dalam
kelompok atau antarkelompok dapat menyebabkan individu-individu tertentu
merasa tertekan sehingga mentalnya tersiksa.
- Dominasi dan takluknya salah satu pihak. Hal ini
terjadi jika kekuatan pihak-pihak yang bertikai tidak seimbang, akan
terjadi dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya. Pihak yang kalah
menjadi takluk secara terpaksa, bahkan terkadang menimbulkan kekuasaan
yang otoriter (dalam politik) atau monopoli (dalam ekonomi).
- Banyaknya kerugian, baik harta benda maupun jiwa,
akibat kekerasan yang ditonjolkan dalam penyelesaian suatu konflik.
b. Akibat positif dari adanya konflik.
- Konflik dapat meningkatkan solidaritas di antara
anggota kelompok, misalnya apabila terjadi pertikaian antar-kelompok,
anggota-anggota dari setiap kelompok tersebut akan bersatu untuk menghadapi
lawan kelompoknya.
- Konflik berfungsi sebagai alat perubahan sosial,
misalnya anggota-anggota kelompok atau masyarakat yang berseteru akan
menilai dirinya sendiri dan mungkin akan terjadi perubahan dalam dirinya.
- Munculnya pribadi-pribadi atau mental-mental masyarakat
yang tahan uji dalam menghadapi segala tantangan dan permasalahan yang
dihadapi sehingga dapat lebih men-dewasakan masyarakat.
- Dalam diskusi ilmiah, biasanya perbedaan pendapat
justru diharapkan untuk melihat kelemahan-kelemahan suatu pendapat
sehingga dapat ditemukan pendapat atau pilihan-pilihan yang lebih kuat
sebagai jalan keluar atau pemecahan suatu masalah.
4. Upaya Penyelesaian atau
Pengendalian Konflik
Akomodasi
Proses penyelesaian konflik ke
arah tercapainya kesepakatan sementara yang dapat diterima kedua belah pihak
yang tengah bersengketa. Akomodasi juga berarti sebagai usaha manusia untuk
meredakan dan menghindari konflik dalam rangka mencapai kestabilan.
Coercion
Merupakan suatu bentuk akomodasi
yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan yang berifat sepihak.
Negosiasi atau Kompromi
Upaya penyelesaian konflik
yang dilakukan oleh masing-masing pihak dengan cara memberikan dan menawarkan
sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta
meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
Arbritasi
Bentuk akomodasi yang
digunakan untuk menyelesaikan konflik dengan cara meminta bantuan ketiga yang
dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berkedudukannya lebih
tinggi dari pihak-pihak yang bertikai. keputusan yang dibuat harus dipatuhi
oleh pihak-pihak yang berkonflik.
Mediasi
Penyelesaian konflik sosial
yang dilakukan dengan cara mendatangkan pihak ketiga yang sifatnya netral dan
tidak memihak. namun, keputusan pihak ketiga tidak mengikat pihak manapun.
Adjudication
Penyelesaian konflik melalui
pengadilan.
Toleransi
Suatu bentuk akomodasi tanpa
adanya persetujuan formal. Dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah 'tepa
slira' atau tenggang rasa agar hubungan sesamanya bisa saling menyadari
kekurangan diri sendiri masing-masing.
Statlemate
Suatu bentuk akomodasi
dimana pihak-pihak yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang. Mereka
kemudia berhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan
atau menghentikan konflik.
Konsiliasi
Suatu bentuk penyelesaian
konflik sosial yang dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang dapat
memberikan keputusan dengan adil. Contoh: pengendalian konflik melalui lembaga
perwakilan rakyat.
Rekonsiliasi
Upaya kompromistis yang ditempuh untuk mengakomodasi dua kepentingan yang
berbeda. Bertujuan untuk memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula.
Transformasi Politik
Sebuah proses penyelesaian konflik yang membutuhkan kontribusi timbal balik
dari pihak yang ditransformasikan dan dari pihak yang hendak dituju oleh proses
tersebut.
Cara-cara lain untuk memecahkan konflik antara lain sebagai berikut:
- Elimination,
yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik,
yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar,
dsb.
- Subjugation atau Domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan
terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya.
- Majority rule,
yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil
kepututsan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
- Minority consent,
yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh
kelompok minoritas. Kelompok minoritas sepakat untuk melakukan kerjasama
dengan kelompok mayoritas.
- Integrasi,
yaitu mendiskusikan, menleaah, dan mempertimbangkan kembali
pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua
pihak.
- Kolaborasi,
merupakan upaya penyelesaian konflik melalui pemecahan sama-sama menang
dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.
- Competition,
apabila terdapat indikasi salah satu pihak berusaha mencapai tujuan tanpa
menghiraukan pihak lain, maka metode kompetisi dapat diterapkan.
BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
Konflik berasal dari kata kerja Latin
configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan
sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok)
dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan
menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan
ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan
tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan,
adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri
individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam
setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami
konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya
akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Kritik & Saran
Sebagai penyusun, saya akui
tidak terlepas dari kesalahan dan keterbatasan. Karena itu penyusun
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan penulisan makalah
selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca khususnya untuk kemajuan Teknologi Informasi di Indonesia.
DAFTAR
PUSTAKA
http://andrie07.wordpress.com/2009/11/25/faktor-penyebab-konflik-dan-strategi-penyelesaian-konflik/
http://psychochanholic.blogspot.com/2008/03/teori-teori-konflik.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik