Pengikut

Selasa, 23 Februari 2016

KEINDAHAN PANTAI UJUNG KUPANG

                           EKSOTISME UJUNG KUPANG SEBAGAI WISATA TUJUAN
           UTAMA PANTAI DAN  PESISIR YANG ELOK DAN KEINDAHAN BAWAH LAUT
 
                   Nama Kupang mengingatkan kita sebuah nama wilayah bagian tengah Indonesia, namun apa kaitannya dengan Ujung Kupang ini? Menurut sejarah, pada waktu penjajahan Jepang, Tanjung jazirah di bagian Timur laut kota Sinjai ini dijadikan sebagai pelabuhan oleh masyarakat Kupang yang melintas ke daerah Sulawesi, dimana pada saat itu sangatlah susah mencari kawasan pelabuhan untuk mendapat hubungan antara Sulawesi dengan pulau bagian Tengah Indonesia lainnya. Berdagang maupun mencari mata pencaharian, bahkan berlindung, tempat yang sangat strategis adalah kawasan ini.
                   Sinjai Timur dengan nama kawasan kecamatan ini, sangat dikenal bagi kalangan wisatawan Mancanegara maupun wisatawan lokal. Jejak pelabuhan yang masih tertinggal dikawasan ini masih ada, seperti batu karang atau batu cadas dipinggir laut merupakan bekas pelabuhan duku. Jarak tempuh sekitar 15 km dari pusat kota Sinjai dengan memakai transportasi darat maupun laut anda sudah dapat menikmati keindahan panorama ini. Sekarang Ujung Kupang menjadi sebuah nilai eksotisme alam yang tinggi, dimana hamparan laut dan keindahan Pulau Sembilan dari jauh namun dekat bagaikan di depan mata. Keindahan panorama alam ini tak luput dari sebuah bentukan alam dan natural laut keindahan bawah biota laut. Letaknya yang strategis menghadap Teluk Bone (bagian tenggara) dan laut Sulawesi (bagian selatan) membuat kawasan ini sangat berpotensi untuk dijamah dan buatan.
                 Dengan pantai pasir putih yang didapatkan selain dari Pulau Sembilan, lokasi inipun sangat potensial karena bersebelahan dengan obyek wisata hutan Bakau Tongke-tongke serta Pulau-pulau Sembilan. Dalam rencana tahun 2007 perintisan pengolahan asset wisata sudah mulai dijamah oleh pengembang Pariwisata, dengan tersedianya anggaran yang mampu mengangkat secara perlahan potensi tersebut. Kenapa tidak? Tiap tahun berwisata ke kota Sinjai, sudah tentulah wisatawan memiliki titik jenuh dengan keadaan Tanah Lot di Bali, keadaan Tanjung Bira yang semakin lama semakin butuh destinasi dalam pengembangan destinasi lima tahunan, dan menawarkan saran pelesiran Ujung Kupang merupakan salah satu jalan dalam memuaskan sang pelaku Pariwisata.
                 Demikian pula dengan event tahunan yang ada dilokasi ini yang kerap kita kenal dengan Pesta Rakyat Ma’rimpa Salo dimana Anda dapat menyaksikan atraksi lomba perahu Tradisional yang sarat kegiatan tersebut bermakna kesyukuran atas keberhasilan panen, baik di darat (petani) maupun di laut (nelayan) yang diwujudkan dalam suatu bentuk panengkapan ikan dengan cara menghalaunya ke muara sungai dengan menggunakan ratusan perahu tradisional, yang dilengkapi dengan jaring tradisional.Masih bertempat di atas ratusan perahu-perahu tersebut dilakukan pula atraksi seni tradisional, seperti : pergelaran musik dan pencak silat yang diiringi dengan tabuhan genderang yang bertaluh-taluh dan alat musik lainnya sambil menghalau ikan menuju ke muara, yang sebelumnya telah dipasangi Belle (perangkap yang terbuat dari bambu). Selain ikan-ikan tersebut masuk ke dalam perangkap, penagkapan pun dengan serta merta dilakukan secara beramai-ramai. Ikan hasil tangkapan mereka tersebut dibawa ke darat kemudian dibakar secara tradisional dan dinikmati oleh seluruh pengunjung yang ada. Kegiatan ini telah berkalender pada setiap bulan Agustus ( Tanggal 15 Agustus tahun berjalan) . Keunikan daya dukung dari obyek wisata pesisir dan bahari Ujung Kupang ini sebagai bahan referensi pengembangan asset wisata ke depan. Saran untuk pengunjung : Apabila anda berkunjung ke pantai ujung kupang ,Jangan merusak Fasilitas-fasilitas yang telah di sediakan.. Karena sama saja anda merusak Alam Sinjai. Sekian dan terima kasih! wassalam

NAMA KELOMPOK ;  Nina Shaqina Danial 
                                        Riska Jamal 
                                        Sarjun Hidayat 
                                        Muh.Taufik
KELAS                         ; IX C

Tidak ada komentar:

Posting Komentar