Pengikut

Rabu, 24 Februari 2016

Redupnya Pesona Mangrove Tongke-tongke

Tongke-tongke dikenal karena hutan mangrove yang lebat, dulu ditanam warga secara swadaya. Sisa-sisa keindahan kawasan ini masih terlihat meskipun kondisi sudah tidak senyaman dulu lagi. Kepedulian warga mulai berkurang merawat kawasan ini meski potensial sebagai obyek wisata. Foto: Wahyu Chandra
Tongke-tongke dikenal karena hutan mangrove yang lebat, dulu ditanam warga secara swadaya. Sisa-sisa keindahan kawasan ini masih terlihat meskipun kondisi sudah tidak senyaman dulu lagi. Kepedulian warga mulai berkurang merawat kawasan ini meski potensial sebagai obyek wisata. Foto: Wahyu Chandra
Siang itu, Sabtu (20/2/15), cuaca terik, jalanan berdebu. Puluhan pengendara sepeda motor menyusuri pesisir timur Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Mereka ingin mengunjungi kawasan mangrove yang dulu termahsyur di daerah bernama Tongke-tongke. Jalan rusak dan bergelombang. Pengendara harus berhati-hati.
Rombongan itu, mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Sinjai sedang mencari bahan penulisan feature. Ini bagian pelatihan jurnalistik lanjutan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai kerjasama dengan Mongabay, 19-21 Februari 2015.
Tongke-tongke punya sejarah indah. Para pecinta mangrove menyebut, sebagai surga mangrove di Sulsel. Banyak yang berkunjung dan belajar mangrove di Tongke-tongke masa lalu.
Desa berjarak lima km dari Sinjai ini pernah menjadi tujuan wisata mancanegara karena bentangan hutan mangrove luas dan tertata rapi. Pengelola awal, Tayeb, bahkan pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru bidang penyelamatan lingkungan dari Presiden Soeharto pada 1995.
Namun, kondisi desa berpenduduk sekitar 3.650 jiwa terdiri dari lima dusun ini,  kini tidak seindah dulu. Pesona memudar meskipun mangrove terlihat tumbuh dan terjaga baik, setinggi belasan meter.
Hanya tidak senyaman dulu sebagai kawasan wisata. Jembatan-jembatan kecil untuk menikmati kesejukan kawasaan rusak berat, tak bisa dilalui. Sebagian besar papan tercabut. Warga membuat jalan papan, hanya jangkauan terbatas.
Dulu, tersedia perahu kecil bagi pelancong sekadar menyusuri kawasan rindang ini. Kini, hanya perahu nelayan banyak bersandar.
Tiba di lokasi,  tampak beberapa nelayan sibuk mempersiapkan perahu mesin. Mereka akan berangkat ke Selayar ntuk membeli ikan dari nelayan-nelayan di sana. “Sekarang ikan kurang, harus dibeli dari nelayan-nelayan di Selayar,” kata Basir, seorang nelayan.
Kala Basir tak melaut biasa membeli dari nelayan lain. Dia biasa melaut 5-10 hari dan kadang sampai sebulan.
Sejak beberapa tahun terakhir, katanya, perhatian warga melestarikan mangrove di kawasan itu mulai berkurang. “Sekarang lebih banyak melaut. Mangrove juga banyak rusak. Perhatian pemerintah sudah tak ada. Tak ada lagi petugas berjaga.”
Sebagian besar jalur utama menuju lokasi ini sudah rusak parah. Setelah kasus korupsi pembangunan jalanan kayu ini pada  2007 tak ada upaya lagi memperbaiki. Warga takut memperbaiki karena menganggap itu  wewenang pemerintah. Foto: Wahyu Chandra
Sebagian besar jalur utama menuju lokasi ini sudah rusak parah. Setelah kasus korupsi pembangunan jalanan kayu ini pada 2007 tak ada upaya lagi memperbaiki. Warga takut memperbaiki karena menganggap itu wewenang pemerintah. Foto: Wahyu Chandra
Petta Pala, warga yang dulu banyak terlibat program penghijauan kawasan itu, bercerita, ketika Menteri Kelautan Susi Pudjianti,  berkunjung ke tempat itu hanya bisa sampai di pintu masuk.
“Karena jembatan rusak dan goyang-goyang,” kata pria 81 tahun ini, sambil menunjuk pos di pintu masuk.
Petta bercerita, menanam mangrove mulai 1990-an. Dia bersama warga lain memperluas area tanam hingga ratusan hektar. Luas kawasan itu sekitar 786 hektar. “Setiap hari cari bibit lalu ditanam. Itu awalnya swadaya. Kadang juga ada program pemerintah. Kita sama-sama menanam.”
Petta dan warga lain sempat usaha pembibitan mangrove sebagai lahan bisnis. Mereka mengambil bibit-bibit berserakan, dibibitkan lalu dijual.
Dia hanya beberapa tahun karena makin banyak orang ingin terlibat. Dia memilih bekerja sendiri. Petta memiliki lahan pribadi 1,5 hektar di situ, yang terus ditanami mangrove.
Menurut dia, meski tak terawat tetapi warga tetap menjaga mangrove. Ada larangan menebang. “Dilarang menebang kalau dihabiskan. Kalau dipakai sedikit tidak masalah tapi harus ditanam lagi supaya tak kosong. Siapa yang rugi kalau banyak ombak? Masyarakat sendiri. Ini untuk masyarakat.”
Tidak hanya menjaga desa dari terjangan ombak, ekosistem mangrove sebagai sumber penghidupan warga. Mereka budidaya rumput laut. Di sela-sela akar mangrove juga banyak kepiting dan ikan yang bisa dikonsumsi ataupun dijual.
Namun, Petta tak memungkiri ada warga mengambil melebihi kebutuhan hingga menyebabkan kerusakan.“Mungkin ada tebang banyak pohon, tapi tidak ketahuan.”
Jasmadi Akbar, warga setempat juga mahasiswa STISIP Muhammadiyah, mengatakan, konon kata Tongke-tongke berasal dari ‘toke’ sebutan bagi pedagang keturunan Tionghoa.
“Kampung ini terkenal tempat tinggal para toke,  maka orang menyebut kampung toke menjadi Tongke-tongke, meski banyak juga warga Bugis di sini.”
Tongke-tongke, katanya, dikenal luas karena kaya biota laut dan mangrove. Kawasan ini dulu laboratorium alam bagi peneliti.
Daerah ini pernah menjadi sasaran Field Work Program (FWP) kerjasama tim JICA dan Ausaid karena keindahan alam dan biota laut. Biota laut seperti kepiting, benur, nener, udang, biri, tiram. Beragam jenis ikan bisa ditemukan seperti sunu, baronang, bandeng, cakalang, bua-bua, ikan terbang dan teri.
Jasmadi optimistis, pengembangan Tongke-tongke. Dia yakin,  setelah kunjungan Menteri Kelautan berdampak pada perhatian pemerintah menata kembali kawasan itu.
Sisa-sisa keindahan kawasan ini masih terlihat meskipun kondisi sudah tidak senyaman dulu lagi. Kepedulian warga mulai berkurang merawat kawasan ini meski potensial sebagai obyek wisata. Foto: Wahyu Chandra
Sisa-sisa keindahan kawasan ini masih terlihat meskipun kondisi sudah tidak senyaman dulu lagi. Kepedulian warga mulai berkurang merawat kawasan ini meski potensial sebagai obyek wisata. Foto: Wahyu Chandra








NAMA KELOMPOK :1. NURFADILLAH USMAN
                                      2. ALIVIA AZZAHRA
                                      3. NURUL ASMA
                                      4. M.IMAR
                                      5. ASMAR
KELAS                        : IX E

Wisata Alam Danau Tempe




WISATA ALAM

Kali ini saya mempublikasikan salah satu objek wisata yang ada di sulawesi selatan yang teptnya di wajo.ayo kita simak saja ;



Wisata Danau Tempe


                   Unik dan MenakjubkanWisatasulawesi.com Sulawesi Selatan menyimpan pesona obyek wisata alam yang menarik dan layak dikunjungi. Salah satunya adalah Danau Tempe yang ada di Kabupaten Wajo. Danau Tempe adalah nama sebuah danau alami terbesar kedua di Pulau Sulawesi.Danau Tempe yang memiliki luas sekira 13.000 hektar, yang diapit oleh tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Wajo, Sidrap dan Kabupaten Soppeng. Danau ini menjadi salah satu obyek wisata favorit dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.Danau Tempe memiliki kekayaan ikan airtawar yang melimpah, dan sejak dahulu danau ini merupakan penghasil ikan air tawar terbesar di Indonesia dan bahkan dunia. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas Lempeng Australia dengan Lempeng Eurasia. Selain itu, danau ini juga memiliki beberapa spesies endemik ikan tawar yang tidak dapat ditemui di tempat lain. Beberapa jenis ikan endemik tersebut juga menjadi komoditi ekspor sampai Eropa dan Amerika.


KEINDAHAN DAN KEUNIKAN

            Selain banyak terdapat spesies ikan air tawar, di Danau Tempe juga bisa anda temui keunikan yang lain. Di tengah danau anda bisa jumpai ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, pengunjung dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama, dan juga bisa menjumpai berbagai bunga air serta beberapa jenis burung yang jarang ditemui. Burung-burung tersebut berpindah dari benua satu ke benua yang lain, dan Danau Tempe menjadi tempat persinggahan burung-burung tersebut. Selain itu, anda bisa berkelilingmenikmati keindahan alamnya dengan menggunakan perahu, sambil memancing ikan.Danau Tempe di Sulawesi(Foto : Go Celebes)Selain kekayaan hayati danau Tempe yang menakjubkan, setiap bulan Agustus pengunjung juga bisa menyaksikan keunikan budaya masyarakat setempat.Pasalnya, setiap bulan Agustus diadakan Maccera Tappareng (mensucikan danau) yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpinoleh ketua nelayan setempat.Dalam acara ini, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, pemilihan ana’ dara (gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung), pagelaran musik tradisional dan tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya.


 Hasil gambar untuk GAMBAR danau tempe

  LOKASI DAN AKSES

               Danau Tempe terletak di kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo (Sengkang), Sulawesi Selatan.Dari Kota Makassar, anda hanya butuh waktu kurang lebih 6 jam untuk sampai ke Danau Tempe menggunakan kendaraan roda empat.Danau Tempe menjadi salah satu obyek wisata yang cukup unik yang dimiliki Bangsa Indonesia. Selain bisa menikmati keindahan alamnya, tentunyajuga akan menambah pengetahuan akankekayaan alam Indonesia. Akhir kata, selamat berwisata untuk anda.(BerbagaiSumber)

NAMA KELOMPOK :1.  NURLAELA
                                      2.  DIRNA HERAWATI
                                      3.  AWAL IHWAN
                                      4.  WAHYUNISA
                                      5.  SUSI SUSANTI

Makalah Konflik Antar Golongan



Kali ini saya akan membagikan suatu materi mengnenai konflik berdasarkan jenisnya,mari kita simak  

KATA PENGANTAR

          Puji syukur kami  panjatkan  kehadirat  Allah  SWT, karena  atas  limpahan  rahmat  dan karunia–Nya lah  sehingga  kami  dapat  menyelesaikan  Makalah  PPKN  ini  dengan tepat waktu.

          Kami  mencoba  berusaha  menyusun  makalah  ini  sedemikian  rupa  dengan  harapan dapat  membantu  pembaca  dalam  memahami  pelajaran  PKn  yang  merupakan  judul  dari  Makalah kami, yaitu konflik antar golonganDisamping  itu, kami  berharap  bahwa   Makalah  PKn  ini  dapat  dijadikan  bekal  pengetahuan  untuk  melangkah  ke  jenjang  pendidikan  yang  lebih  tinggi  lagi.

          Kami  menyadari  bahwa  didalam  pembuatan  Makalah  PKn  ini  masih  ada  kekurangan  sehingga  kami  berharap  saran  dan  kritik  dari  pembaca  sekalian  khususnya  dari  guru  mata  pelajaran  PKn  agar  dapat  meningkatkan  mutu  dalam  penyajian  berikutnya.
          Akhir  kata  kami  ucapkan  terima  kasih. 





                                                                                                                Penulis





DAFTAR ISI


Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
            Latar Belakang Masalah

BAB II Pembahasan
             1. Pengertian konflik anatar golongan
             2. Faktor faktor penyebab konflik
             3. Akibat adanya konflik
             4. Upaya penyelesaian atau pengendalian konflik



BAB III Penutup
         Kesimpulan
         Kritik dan Saran
         Daftar Pusaka


BAB I
                                                       PENDAHULUAN    

A.        LATAR BELAKANG

                Konflik merupakan kondisi yang terjadi ketika dua pihak atau lebih menganggap ada perbedaan posisi yang tidak selaras, tidak cukup sumber dan tindakan salahsatu pihak menghalangi, atau mencampuri atau dalam beberapa hal membuat tujuan pihak lain kurang berhasil.
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi.
                Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Rumusan Masalah ;1. Pengertian konflik anatar golongan
                                2. Faktor faktor penyebab konflik
                                3. Akibat adanya konflik
                                4. Upaya penyelesaian atau pengendalian konflik

BAB 2
PEMBAHASAN



1.Pengertian Konflik Antar Golongan

              Konflik yang terjadi antar kelas social biasanya berupa konflik yang bersifat vertical; yaitu konflik antara kelas atas dan kelas social bawah. Konflik ini terjadi karena kepentingan yang berbeda antara dua golongan atau kelas social yang ada.
Golongan buruh yang menuntut perbaikan upah kepada pemerintah maupun perusahaan adalah wujud dari salah satu konflik antar golongan. Pemutusan hubungan kerja ( phk ) adalah wujud dari konflik social antar kelas social yang ada. Pemerintah biasanya menjadi mediator agar kedua kepentingan kelas yang berkonflik dapat mencapai kesepakatan dan perusahaan tetap dapat menjalankan aktivitas produksinya.
Jika kesepakatan tidak tercapai maka perusahaan akan yerganggu proses produksinya dan buruh akan kehilangan pekerjaanya, jika terjadi demikian maka pemerintah akan terkena dampak dari konflik antar golongan yang ada.

2.Faktor Penyebab Konflik

1. Perbedaan antar individu
          Sebagai mahluk individu, manusia memiliki karakter yang khas menurut corak kepribadiannya. Setiap individu berkembang sejalan dengan ciri-ciri khasnya, walaupun berada dalam lingkungan yang sama. Pada saat interaksi berlangsung individu akan mengalami proses adaptasi dan pertentangan dengan individu lainnya. Apabila terdapat ketidaksesuaian maka akan terjadi konflik.

Contoh, Arie anak yang baru berusia 5 tahun meminta ayahnya untuk membelikannya handphone. Ayahnya belum mau membelikan Arie handphone karena Arie masih kecil dan belum begitu membutuhkan alat tersebut. Akhimya Arie marah dan melakukan mogok belajar.

2. Perbedaan kebudayaan
           Faktor penyebab konflik berikutnya yakni adanya perbedaan kebudayaan. Kebudayaan seringkali dianggap sebagai sebuah ideologi, sehingga memicu terjadinya konflik. Anggapan yang berlebihan terhadap kebudayaan yang dimiliki oleh sebuah kelompok menempatkan kebudayaan sebuah sebuah tingkatan sosial. Sehingga kebudayaan miliki sendiri dianggap lebih tinggi daripada kebudayaan lain. Dalam catatan sejarah umat manusia konsep suku dan kebudayaannya telah memainkan peranan yang sangat penting dan sekaligus dramatis dalam percaturan masyarakat.


3.. Perbedaan kepentingan
          Manusia memang membutuhkan proses pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan batiniah dan lahiriah untuk membentuk dirinya, karena itulah terjadi hubungan timbal balik sehingga manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia akan berbeda-beda kebutuhannya, perbedaaan kebutuhan ini akan berubah menjadi kepentingan yang berbeda-beda.

4. Perubahan sosiai - Faktor Penyebab Konflik
           Kecenderungan terjadinya perubahan sosial merupakan gejala wajar sebagai akibat dari interelasi sosial dalam pergaulan hidup antar manusia. Perubahan sosial dapat pula terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat. Pada masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan sosial akan timbul konflik sebagai proses pertentangan nilai dan norma yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat.

5. Persaingan penggunaan Sumber Daya
          Apabila sumber daya berupa uang, material atau sarana lain terbatas, maka akan terjadi persaingan dalam menggunakannya.
6. Perbedaan Tujuan dari Unit-unit
         Setiap unit dalam organisasi mempunyai tugas dan tanggung jawab dibidangnya. Perbedaan sering mengacu terjadi konflik.
7. Perbedaan Nilai dan Persepsi
          suatu kelompok tertentu merasa diperlakukan tidak adil sehingga ia berpersepsi negatif. Para manajer muda beranggapan bahwa merekan diberikan yang cukup berat, rutin dan rumit, sementara manajer tua diberikan tugas yang ringan-ringan saja.
8 . Hambatan Komunikasi
         Komunikasi yang kurang baik akan menimbulakn konflik antar anggota. Untuk itu diperlukan komunikasi yang dapat dimengerti semua anggota.


3.Akibat dari adanya konflik

a. Akibat negatif dari adanya konflik.
  • Retaknya persatuan kelompok. Hal ini terjadi apabila terjadi pertentangan antaranggota dalam satu kelompok.
  • Perubahan kepribadian individu. Pertentangan di dalam kelompok atau antarkelompok dapat menyebabkan individu-individu tertentu merasa tertekan sehingga mentalnya tersiksa.
  • Dominasi dan takluknya salah satu pihak. Hal ini terjadi jika kekuatan pihak-pihak yang bertikai tidak seimbang, akan terjadi dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya. Pihak yang kalah menjadi takluk secara terpaksa, bahkan terkadang menimbulkan kekuasaan yang otoriter (dalam politik) atau monopoli (dalam ekonomi).
  • Banyaknya kerugian, baik harta benda maupun jiwa, akibat kekerasan yang ditonjolkan dalam penyelesaian suatu konflik.


b. Akibat positif dari adanya konflik.
  • Konflik dapat meningkatkan solidaritas di antara anggota kelompok, misalnya apabila terjadi pertikaian antar-kelompok, anggota-anggota dari setiap kelompok tersebut akan bersatu untuk menghadapi lawan kelompoknya.
  • Konflik berfungsi sebagai alat perubahan sosial, misalnya anggota-anggota kelompok atau masyarakat yang berseteru akan menilai dirinya sendiri dan mungkin akan terjadi perubahan dalam dirinya.
  • Munculnya pribadi-pribadi atau mental-mental masyarakat yang tahan uji dalam menghadapi segala tantangan dan permasalahan yang dihadapi sehingga dapat lebih men-dewasakan masyarakat.
  • Dalam diskusi ilmiah, biasanya perbedaan pendapat justru diharapkan untuk melihat kelemahan-kelemahan suatu pendapat sehingga dapat ditemukan pendapat atau pilihan-pilihan yang lebih kuat sebagai jalan keluar atau pemecahan suatu masalah.

4.  Upaya Penyelesaian atau Pengendalian Konflik


Akomodasi
          Proses penyelesaian konflik ke arah tercapainya kesepakatan sementara yang dapat diterima kedua belah pihak yang tengah bersengketa. Akomodasi juga berarti sebagai usaha manusia untuk meredakan dan menghindari konflik dalam rangka mencapai kestabilan.
   
Coercion
           Merupakan suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan yang berifat sepihak.

Negosiasi atau Kompromi

           Upaya penyelesaian konflik yang dilakukan oleh masing-masing pihak dengan cara memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

Arbritasi

             Bentuk akomodasi yang digunakan untuk menyelesaikan konflik dengan cara meminta bantuan ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berkedudukannya lebih tinggi dari pihak-pihak yang bertikai. keputusan yang dibuat harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang berkonflik.

Mediasi

              Penyelesaian konflik sosial yang dilakukan dengan cara mendatangkan pihak ketiga yang sifatnya netral dan tidak memihak. namun, keputusan pihak ketiga tidak mengikat pihak manapun.

Adjudication

             Penyelesaian konflik melalui pengadilan.

Toleransi

             Suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal. Dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah 'tepa slira' atau tenggang rasa agar hubungan sesamanya bisa saling menyadari kekurangan diri sendiri masing-masing.

Statlemate

              Suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang. Mereka kemudia berhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan atau menghentikan konflik.

Konsiliasi

               Suatu bentuk penyelesaian konflik sosial yang dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang dapat memberikan keputusan dengan adil. Contoh: pengendalian konflik melalui lembaga perwakilan rakyat.

Rekonsiliasi

Upaya kompromistis yang ditempuh untuk mengakomodasi dua kepentingan yang berbeda. Bertujuan untuk memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula.

Transformasi Politik

Sebuah proses penyelesaian konflik yang membutuhkan kontribusi timbal balik dari pihak yang ditransformasikan dan dari pihak yang hendak dituju oleh proses tersebut. 


Cara-cara lain untuk memecahkan konflik antara lain sebagai berikut:

  • Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dsb. 
  • Subjugation atau Domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya.
  • Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil kepututsan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
  • Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh kelompok minoritas. Kelompok minoritas sepakat untuk melakukan kerjasama dengan kelompok mayoritas.
  • Integrasi, yaitu mendiskusikan, menleaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.
  • Kolaborasi, merupakan upaya penyelesaian konflik melalui pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.
  • Competition, apabila terdapat indikasi salah satu pihak berusaha mencapai tujuan tanpa menghiraukan pihak lain, maka metode kompetisi dapat diterapkan.



BAB 3
PENUTUP

Kesimpulan

             Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
 Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

 Kritik & Saran

                  Sebagai penyusun, saya akui tidak terlepas dari kesalahan dan keterbatasan. Karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan penulisan makalah selanjutnya.
 Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya untuk kemajuan Teknologi Informasi di Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA

http://andrie07.wordpress.com/2009/11/25/faktor-penyebab-konflik-dan-strategi-penyelesaian-konflik/
http://psychochanholic.blogspot.com/2008/03/teori-teori-konflik.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik